"Kamu boleh tidak menerima kebenaran, itu hak setiap orang. Tapi jangan sampai kamu memerangi kebenaran."
Showing posts with label quote. Show all posts
Showing posts with label quote. Show all posts
Thursday, 4 July 2013
Memerangi Kebenaran
I heard it once.
The Perks of Being a Wallflower
Film ini sukses masuk dalam daftar film favorit saya. The Perks of Being a Wallflower.
Langkah pertama untuk sembuh, ya harus sadar dulu bawa kita (telah dan sedang) sakit.
Friday, 14 December 2012
Ada solusi.
Ketika sebuah masalah menghadang, ingatlah bahwa selalu ada satu yang bisa menolongmu. Satu, yang mengkreasi semuanya, termasuk masalahmu itu sendiri.
Satu, yang selalu menciptakan semuanya bersisi-sisian. Ada hitam, ada putih. Ada langit, ada bumi. Ada laki-laki, ada perempuan. Ada masalah, ada solusi.
Ada solusi.
Satu, yang selalu menciptakan semuanya bersisi-sisian. Ada hitam, ada putih. Ada langit, ada bumi. Ada laki-laki, ada perempuan. Ada masalah, ada solusi.
Ada solusi.
Monday, 22 October 2012
After Two Months In College
Setelah hampir dua bulan kuliah, gimana rasanya?
Rumit. Mostly memang menyenangkan, apa yang di masa SMA disebut sebagai angan-angan, sekarang sebutannya menjadi saya di kemudian hari. Secara abstrak terlihat sama aja, sama-sama gak nyata, wkwk.. Tapi bagi saya pribadi, perbedaan antara keduanya itu nyata terasa. Sekarang, saya paham bagaimana cara dan jalan mana yang harus dipilih untuk mewujudkan angan-angan, begitu.
Tapi.. ya. Di tengah perjalanan (bahkan belum nyampe di tengah perjalanan, baru jalan beberapa langkah doang) saya sering mulai kehilangan arah.
"Di mana saya selama ini?"
"Sedang berada di mana saya?"
"Apa dan di mana tempat tujuan saya?"
Itu adalah ketiga pertanyaan yang seringkali saya lupa jawabannya apa. Dan tampaknya sudah bukan hal yang aneh jika tujuan saya tetiba berubah dalam perjalanan, atau tiba-tiba emosi berputar 180 derajat. Akhir-akhir ini saya merasa dipermainkan oleh emosi. Padahal dulu emosi saya rasanya tumpul, tapi sekarang dia mendominasi.
"Telor dadar kalo ga dibolak-balik, matengnya ga bakal sempurna. Emosi kalo ga dibolak-balik, matengnya juga ga bakal sempurna."
"What doesn't kill you makes you stronger, nikmati aja perjalanan ini". Ya, ya saya sangat menikmati perjalanan ini, perjalanan tanpa tujuan yang jelas ini. Karena ada banyak hal baru yang saya tangkap selama dua bulan ini, salah satunya adalah pelajaran berbagi.
Selama ini, kegiatan "berbagi" bukanlah prioritas, terbayang di kepala pun rasanya jarang. Tapi sekarang, saya jadi tahu nikmatnya berbagi. Dulu, yang dilakukan hanyalah mengejar apa yang ingin saya kejar, hasilnya ya hanya bisa saya rasakan sendiri, untuk diri saya pribadi.
Sekarang, kerasa sekali bahwa saya tidak bisa hidup sendiri. Saya harus berbagi, mereka harus dibagi, dan saya mulai menikmati hal ini.
Legaaa rasanya ketika saya mulai berbicara banyak hal, membagi beberapa masalah kepada teman. Agak pengen jedotin kepala ke tembok juga sih kalo menyadari bahwa saya ini terlalu tertutup. Kenapa baru sekarang saya berani berbagi masalah kepada teman? Padahal sudah bertahun-tahun kami berteman, dan saya baru berbicara sekarang, di saat kami telah terpisahkan rute bus antar kota antar propinsi. Kenapa baru sekarang?
"Tidak ada kata terlambat untuk melakukan kebaikan."
Ya, kalimat di atas ternyata benar adanya (tapi tidak berlaku ketika kita telat masuk ruang kuliah, haha). Well, better late than never, karena jalan masih panjang.
Ya, jalan masih panjang, dan saya ga mungkin membawa masalah-masalah masa lalu saya dalam perjalanan. Saya harus meninggalkan "barang-barang" tidak penting itu di sini dan berpura-pura tidak pernah memilikinya. Atau solusi lebih baiknya adalah, saya harus membagikannya (maksudnya nyeritain ke orang lain, bukan membagi masalah dalam arti sebenarnya, haha).
Selama ini saya salah. Berbagi cerita itu tidak merepotkan orang kok, karena ternyata banyak orang yang menyukai cerita.
Rumit. Mostly memang menyenangkan, apa yang di masa SMA disebut sebagai angan-angan, sekarang sebutannya menjadi saya di kemudian hari. Secara abstrak terlihat sama aja, sama-sama gak nyata, wkwk.. Tapi bagi saya pribadi, perbedaan antara keduanya itu nyata terasa. Sekarang, saya paham bagaimana cara dan jalan mana yang harus dipilih untuk mewujudkan angan-angan, begitu.
Tapi.. ya. Di tengah perjalanan (bahkan belum nyampe di tengah perjalanan, baru jalan beberapa langkah doang) saya sering mulai kehilangan arah.
"Di mana saya selama ini?"
"Sedang berada di mana saya?"
"Apa dan di mana tempat tujuan saya?"
Itu adalah ketiga pertanyaan yang seringkali saya lupa jawabannya apa. Dan tampaknya sudah bukan hal yang aneh jika tujuan saya tetiba berubah dalam perjalanan, atau tiba-tiba emosi berputar 180 derajat. Akhir-akhir ini saya merasa dipermainkan oleh emosi. Padahal dulu emosi saya rasanya tumpul, tapi sekarang dia mendominasi.
"Telor dadar kalo ga dibolak-balik, matengnya ga bakal sempurna. Emosi kalo ga dibolak-balik, matengnya juga ga bakal sempurna."
"What doesn't kill you makes you stronger, nikmati aja perjalanan ini". Ya, ya saya sangat menikmati perjalanan ini, perjalanan tanpa tujuan yang jelas ini. Karena ada banyak hal baru yang saya tangkap selama dua bulan ini, salah satunya adalah pelajaran berbagi.
Selama ini, kegiatan "berbagi" bukanlah prioritas, terbayang di kepala pun rasanya jarang. Tapi sekarang, saya jadi tahu nikmatnya berbagi. Dulu, yang dilakukan hanyalah mengejar apa yang ingin saya kejar, hasilnya ya hanya bisa saya rasakan sendiri, untuk diri saya pribadi.
Sekarang, kerasa sekali bahwa saya tidak bisa hidup sendiri. Saya harus berbagi, mereka harus dibagi, dan saya mulai menikmati hal ini.
Legaaa rasanya ketika saya mulai berbicara banyak hal, membagi beberapa masalah kepada teman. Agak pengen jedotin kepala ke tembok juga sih kalo menyadari bahwa saya ini terlalu tertutup. Kenapa baru sekarang saya berani berbagi masalah kepada teman? Padahal sudah bertahun-tahun kami berteman, dan saya baru berbicara sekarang, di saat kami telah terpisahkan rute bus antar kota antar propinsi. Kenapa baru sekarang?
"Tidak ada kata terlambat untuk melakukan kebaikan."
Ya, kalimat di atas ternyata benar adanya (tapi tidak berlaku ketika kita telat masuk ruang kuliah, haha). Well, better late than never, karena jalan masih panjang.
Ya, jalan masih panjang, dan saya ga mungkin membawa masalah-masalah masa lalu saya dalam perjalanan. Saya harus meninggalkan "barang-barang" tidak penting itu di sini dan berpura-pura tidak pernah memilikinya. Atau solusi lebih baiknya adalah, saya harus membagikannya (maksudnya nyeritain ke orang lain, bukan membagi masalah dalam arti sebenarnya, haha).
Selama ini saya salah. Berbagi cerita itu tidak merepotkan orang kok, karena ternyata banyak orang yang menyukai cerita.
Tuesday, 11 September 2012
Quote of The Day: I am bad at dreaming
Mimpi? Apa itu mimpi?
Ini bukan mimpi kok, ini kenyataan, ini nyata dan ada di dalam hati dan pikiranku. Cuma persoalan waktu saja untuk akhirnya membuatnya nyata terlihat oleh mata orang lain.
Monday, 10 September 2012
Quote of The Day: Mate
"Find your mate(s) here (in college). He/she/they will push you into the limit. Whenever you feel life is getting harder, they will be just there to accompany you. Sometimes they'll help you, sometimes they just make it even worse, but that's okay."
Sunday, 9 September 2012
Qoute of The Day: Satu Kali
Kamu tahu apa yang menyebabkan hidup di dunia ini begitu berarti? Karena, itu hanya terjadi satu kali. Hal-hal yang kita dapatkan hanya sekali, akan kita manfaatkan dengan benar, jika dan hanya jika kita menyadarinya.
Sunday, 19 August 2012
Quote of the Day: Childhood
Most of our childhood is stored not in photos, but in certain biscuits, lights of day, smells, textures of carpet...
@alaindebotton
Subscribe to:
Posts (Atom)
